
BIMnews.co.id | Banda Aceh

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP, mengajak insan pendidikan untuk menghadirkan wajah baru pendidikan Aceh yang mampu mencerahkan, membangun intelektualitas, sekaligus membentuk karakter peserta didik yang memahami jati dirinya.
Pesan tersebut disampaikan Murthalamuddin saat memberikan sambutan mewakili Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, pada acara Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang digelar di Aula Fatih Bilingual School Teuku Nyak Arif, Banda Aceh, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung bersamaan dengan peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh ke-67, sehingga momentum tersebut menjadi refleksi penting mengenai perjalanan dan masa depan pendidikan di Aceh.

Dalam sambutannya, Murthalamuddin menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi intelektualitas Aceh saat ini. Ia berharap sekolah dapat menjadi ruang yang menghadirkan paradigma baru dalam dunia pendidikan, bukan hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun kesadaran peserta didik terhadap identitas dan jati dirinya.
“Saya ingin sekolah menjadi dunia baru di era pendidikan. Saya berharap anak-anak lulusan Fatih tidak hanya mencapai hasil akademis, tetapi anak-anak harus menyadari siapa dirinya,” ujar Murthalamuddin.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk peradaban. Berbagai kemajuan yang dinikmati manusia hari ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan hasil dari proses panjang pendidikan, ilmu pengetahuan, kreativitas, dan intelektualitas manusia.
“Pendidikan adalah gerbong peradaban. Tidak ada orang yang tiba-tiba bisa menciptakan telepon atau HP, tiba-tiba bisa membaca. Semua itu adalah proses daripada pendidikan,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai hasil kemajuan dan pengelolaan sumber daya yang telah dinikmati masyarakat pada dasarnya tidak terlepas dari kualitas intelektual yang dibangun melalui pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Murthalamuddin juga memberikan apresiasi terhadap Fatih Bilingual School Teuku Nyak Arif yang dinilainya sebagai salah satu sekolah terbaik di Aceh dan telah menjadi bagian dari Sekolah Garuda Transformasi.
Ia berharap Fatih tidak hanya menjadi institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan berprestasi, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) bagi kemajuan pendidikan Aceh.
“Saya berharap Fatih menjadi salah satu agent of change bagi dunia pendidikan. Karena saya melihat kita sedang tidak baik-baik saja, apalagi dengan dogma-dogma aneh yang hari ini menyasar ruang publik,” ujarnya.
Karena itu, menurutnya, dunia pendidikan harus hadir sebagai kekuatan yang mencerahkan. Sekolah harus menjadi ruang untuk membuka wawasan, membangun cara berpikir yang kritis dan konstruktif, serta memberikan peluang bagi generasi muda untuk terus berkembang.
“Penting dunia pendidikan hadir untuk mencerahkan kembali dan membuka peluang pendidikan untuk membuka pikiran-pikiran kita dalam berkembang dan membangun pendidikan Aceh yang lebih maju dan bermartabat,” tegasnya.
Selain tausiah dan rangkaian peringatan Maulid, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bingkisan kepada anak yatim dan piatu yang bersekolah di Fatih Bilingual School pada jenjang SD dan SMP.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ceramah Maulid yang disampaikan oleh Dr. Muhajirul Fadhli, Lc., MA. Kegiatan ditutup dengan makan kenduri Maulid bersama yang telah dipersiapkan oleh panitia Maulid sekolah. (***)
BIMnews.co.id – LINA

Tidak ada komentar